Detik.com News
Detik.com

Kamis, 16/05/2013 18:41 WIB

Ini Penampakan Aiptu Labora yang Miliki Transaksi Mencurigakan Rp 1,5 T

Wilpret Siagian - detikNews
Ini Penampakan Aiptu Labora yang Miliki Transaksi Mencurigakan Rp 1,5 T istimewa
Jayapura - Sosok Aiptu Labora Sitorus mendadak ramai diperbincangkan. Pangkal musababnya, data Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mendapatkan data transaksi selama 5 tahun sejak 2007-2012 mencapai Rp 1,5 triliun.

Aiptu Labora sudah ditetapkan menjadi tersangka penimbunan BBM dan kepemilikan kayu ilegal. Mabes Polri memburunya atas tindak pidana pencucian uang. Siapa Aiptu Labora?

Berdasarkan penelusuran, Kamis (16/5/2013) Aiptu Labora merupakan lulusan bintara polisi 1986. Dia bertugas di Polres Sorong. Kabarnya, bisnisnya besar karena dia dekat dengan pejabat tinggi di Sorong.

Nah, santer terdengar, lewat kedekatannya itu Labora bisa mudah mendapatkan izin penguasaan lahan hutan dan BBM di Sorong. Apalagi dia dikenal enteng menggelontorkan uang bagi sang pejabat dan warga.

Foto Labora menyebar di sejumlah media. Di foto itu, dia tengah bersama anaknya. Sampai berita ini diturunkan Labora belum memberikan keterangan.

Jejak Labora, kabarnya, terendus kala Polda Papua melakukan pelacakan penyelundupan kayu ilegal. Dari sana terlacak nama Labora, hingga kemudian ada data dari PPATK yang memperkuat siapa sosok Labora.

Polda Papua telah menetapkan Aiptu Labora Sitorus jadi tersangka dalam kasus pemilikan BBM Ribuan ton. Dia ditetapkan menjadi tersangka setelah menjalani dua kali pemeriksaan.

"Setelah pemanggilan pemeriksaan kedua, dia telah kita tetapkan jadi tersangka," ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol Setyo Budi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advetorial Index »
  • Kamis, 21/05/2015 16:55 WIB
    Mas Achmad Santosa: Bu Susi Tak Mungkin Kebeli
    Mas Achmad Santosa: Bu Susi Tak Mungkin Kebeli Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerapkan kebijakan radikal dalam pemberantasan illegal fishing. Sejumlah pihak yang merasa dirugikan berusaha mendongkel Susi dari posisi menteri. Ada yang menawarkan Rp 5 triliun agar Susi mundur.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%