Kamis, 16/05/2013 18:34 WIB

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Pelemparan Bom Molotov ke SMKN 3 Yogya

Edzan Raharjo - detikNews
Yogyakarta - Ada dua tersangka baru kasus pelemparan bom molotov di pos jaga SMKN 3 Jetis Yogyakarta. Kini total ada 4 tersangka. Motifnya diduga dendam lama antar geng motor.

Ke-4 tersangka adalah Rg (17), Yp (15), RP alias OS(15), dan Ww (19). Sebanyak 16 orang yang ikut diamankan, hanya dikenai wajib lapor.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Dodo Hendro Kusuma mengatakan, tersangka YP dan RG ditetapkan terahir. Pelemparan bom pertama dilakukan oleh Rg dan YP yang mengendarai motor berboncengan. Pelemparan kedua dilakukan oleh OS dan WW yang meledak dan sempat mengenai petugas polisi.

"Pemeriksaan masih terus kami lakukan. Tidak menutup kemungkinan tersangka bisa bertambah," kata Dodo di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (16/5/2013).

Dari hasil pemeriksaan, motif dari pelemparan bom molotov ini karena dendam lama antara geng pelajar. Para anggota geng ini mengaku punya masalah dengan siswa-siswa di SMKN 3 Yogyakarta. Bom molotov tersebut dibuat oleh geng yang bernama "WTC". Untuk penyebab ledakan, saat ini masih dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Para tersangka dijerat pasal 187 (Pembakaran), pasal 170 (Pengrusakan barang) dan pasal 55 serta 56 KUHP.

Selasa (14/5) malam, pos Satpam SMKN 3 Yogyakarta yang berada di jalan Robert Wolter Monginsidi No 2, Jetis, Kota Yogyakarta dilempar bom molotov. Seorang anggota Polsekta Jetis, Bripka Sudarmaji (53), terluka bakar di tangan kiri karena terkena percikan api dalam kejadian tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%