Kamis, 16/05/2013 18:18 WIB

Briptu Rani Menghilang, Kapolres Mojokerto Bantah Dipanggil Kapolda Jatim

Norma Anggara - detikNews
Briptu Rani
Surabaya - Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho dikabarkan dipanggil Kapolda Jatim terkait kasus Briptu Rani yang santer di media. Namun hal tersebut dibantah, jika kedatangannya bukan untuk bertemu dengan orang nomor satu di jajaran Polda Jatim.

AKBP Eko Puji Nugroho, Kamis (16/5/2013) siang memang sedang berada di lingkungan Polda Jatim. Namun, dia menegaskan, tidak ada kepentingan dan rencana bertemu Kapolda Jatim.

"Saya ke Polda bukan untuk bertemu Kapolda," kata AKBP Eko Puji Nugroho saat dihubungi detikcom.

Saat detikcom menunggu di Gedung Tri Brata, tempat Kapolda Jatim biasa menerima tamu, AKBP Eko pun tak kelihatan batang hidungnya. Begitu juga di Gedung Reskrimsus dan Pelayanan Masyarakat, Kapolres Mojokerto itu seperti tak ingin keberadaannya tercium media.

Eko tak mau berkomentar tentang apa kepentingannya mendatangi Mapolda Jatim. Bahkan saat ditanya, di gedung mana Eko berkunjung, dia juga enggan menjawab.

"Jangan lah, nanti kalau saya kasih tahu, Anda mau minta konfirmasi tentang berita," tutur dia di ujung telepon.

Eko kemudian mengimbau, supaya berita tentang status DPO Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni tak lagi diteruskan.

"Jangan ditulis dulu ya, tunggu statement selanjutnya," pungkas Eko.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%