detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 12:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Kamis, 16/05/2013 17:57 WIB

Beredar Video Pemberontak Suriah Menembak Mati Pendukung Rezim Assad

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
ibtimes.com/YouTube
Damaskus - Kekejaman kelompok pemberontak Suriah kembali ditunjukkan dalam video. Kali ini, mereka terlihat menembak mati sejumlah pria yang diklaim pendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.

Video ini disebarkan oleh organisasi HAM setempat, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir AFP, Kamis (16/5/2013). Namun tidak dijelaskan lebih lanjut apakah pria-pria yang ditembak mati tersebut merupakan tentara Suriah atau bukan, serta tidak disebutkan kapan video tersebut diambil.

Namun diketahui bahwa pria-pria tersebut ditembak mati oleh kelompok Al-Nusra Front, yang merupakan organisasi jihad yang beroperasi di Suriah. Organisasi ini, menurut Ketua Obrservatory Rami Abdel Rahman, telah diklasifikasikan sebagai 'teroris' oleh pemerintah Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Abdel Rahman menyatakan, pria yang ditembak mati tersebut merupakan pendukung rezim Presiden Assad.

Terlihat dalam video tersebut, seorang pria bermasker membacakan sebuah pernyataan. Ada 9 orang pria yang berlutut di hadapan pria tersebut, dengan kondisi mata ditutup kain dan menghadap ke arah kamera. Di belakang mereka, terdapat dua buah bendera hitam.

Pengadilan syariat Al-Nusra Front yang ada di wilayah timur Deir Ezzor (dekat perbatasan Irak) memutuskan hukuman mati bagi tentara murtad ini, karena mereka melakukan pembantaian terhadap rakyat Suriah," demikian bunyi pernyataan yang dibacakan pria tersebut.

Kemudian selanjutnya, pria tersebut mengambil sebuah pistol dan menembakkannya ke arah pria-pria yang ada di hadapannya. Mereka ditembak satu per satu.

Secara terpisah, sejumlah situs jihad juga mengunggah video tersebut dan menyebutkan bahwa video tersebut direkam pada tahun 2012 lalu.

Selan video ini, Suriah sebelumnya dihebohkan dengan video mengerikan yang memperlihatkan seorang pemberontak memakan jantung tentara Suriah. Pria dalam video tersebut, yang kemudian diidentifikasi sebagai Abu Sakkar, yang merupakan pendiri kelompok militan Farouq Brigade terlihat memegang pisau dan menyayat bagian dada sesosok jenazah, yang disebut sebagai tentara Suriah.

Sakkar tersebut kemudian menoleh ke kamera dan menunjukkan potongan jantung yang diambil dari jenazah tersebut kemudian menggigitnya. "Saya bersumpah, kami akan memakan jantung dan hati kalian...," ujar Sakkar merujuk pada tentara Suriah.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nvc/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close