detikcom
Kamis, 16/05/2013 17:57 WIB

Beredar Video Pemberontak Suriah Menembak Mati Pendukung Rezim Assad

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
ibtimes.com/YouTube
Damaskus - Kekejaman kelompok pemberontak Suriah kembali ditunjukkan dalam video. Kali ini, mereka terlihat menembak mati sejumlah pria yang diklaim pendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.

Video ini disebarkan oleh organisasi HAM setempat, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir AFP, Kamis (16/5/2013). Namun tidak dijelaskan lebih lanjut apakah pria-pria yang ditembak mati tersebut merupakan tentara Suriah atau bukan, serta tidak disebutkan kapan video tersebut diambil.

Namun diketahui bahwa pria-pria tersebut ditembak mati oleh kelompok Al-Nusra Front, yang merupakan organisasi jihad yang beroperasi di Suriah. Organisasi ini, menurut Ketua Obrservatory Rami Abdel Rahman, telah diklasifikasikan sebagai 'teroris' oleh pemerintah Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Abdel Rahman menyatakan, pria yang ditembak mati tersebut merupakan pendukung rezim Presiden Assad.

Terlihat dalam video tersebut, seorang pria bermasker membacakan sebuah pernyataan. Ada 9 orang pria yang berlutut di hadapan pria tersebut, dengan kondisi mata ditutup kain dan menghadap ke arah kamera. Di belakang mereka, terdapat dua buah bendera hitam.

Pengadilan syariat Al-Nusra Front yang ada di wilayah timur Deir Ezzor (dekat perbatasan Irak) memutuskan hukuman mati bagi tentara murtad ini, karena mereka melakukan pembantaian terhadap rakyat Suriah," demikian bunyi pernyataan yang dibacakan pria tersebut.

Kemudian selanjutnya, pria tersebut mengambil sebuah pistol dan menembakkannya ke arah pria-pria yang ada di hadapannya. Mereka ditembak satu per satu.

Secara terpisah, sejumlah situs jihad juga mengunggah video tersebut dan menyebutkan bahwa video tersebut direkam pada tahun 2012 lalu.

Selan video ini, Suriah sebelumnya dihebohkan dengan video mengerikan yang memperlihatkan seorang pemberontak memakan jantung tentara Suriah. Pria dalam video tersebut, yang kemudian diidentifikasi sebagai Abu Sakkar, yang merupakan pendiri kelompok militan Farouq Brigade terlihat memegang pisau dan menyayat bagian dada sesosok jenazah, yang disebut sebagai tentara Suriah.

Sakkar tersebut kemudian menoleh ke kamera dan menunjukkan potongan jantung yang diambil dari jenazah tersebut kemudian menggigitnya. "Saya bersumpah, kami akan memakan jantung dan hati kalian...," ujar Sakkar merujuk pada tentara Suriah.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%