detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 09:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 16/05/2013 15:44 WIB

KPK Geledah Kantor Pengusaha Surung Panjaitan di Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Foto: Khairul Ikhwan/detikcom
Medan - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyelidikan kasus suap yang melibatkan Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara. Pada Kamis (16/5/2013) tim menggeledah kantor tersangka pelaku suap Surung Panjaitan.

Kantor yang digeledah itu berada di Jalan Bima Sakti, No. 6, Medan. Tim KPK tiba di kantor tersebut sekitar pukul 14.00 WIB dan masih bekerja hingga pukul 15.30 WIB. Tim KPK yang berjumlah sekitar 10 orang, melakukan penggeledahan setelah memberi tahu Karim, Kepala Lingkungan XIV, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan.

"Tadi saya ditunjukkan surat, yang menjelaskan mereka dari KPK dan akan melakukan penggeledahan," kata Karim yang berada di depan rumah sementara KPK menyelidik di dalam rumah.

Disebutkan Karim, rumah dua tingkat ini diketahui dipergunakan Surung Panjaitan sebagai kantor perusahaannya. Tetapi dia tidak dapat memastikan kantor perusahaan apa, sebab ada beberapa perusahaan yang dimiliki Surung. Lagi pula memang tidak ada plang nama di depan kantor tersebut.

Surung merupakan salah satu dari tiga orang yang diamankan KPK dalam operasi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dua lainnya yakni Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Mandailing Natal Khairil Anwar.

Surung diduga memberikan uang suap untuk kepentingan mendapatkan proyek yang bersumber dari dana Bantuan Daerah Bawahan (BDB). Ketiganya sudah dibawa ke kantor KPK di Jakarta, Rabu (15/5/2013) berikut barang bukti uang sekitar Rp 1 miliar.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(rul/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%