Kamis, 16/05/2013 14:20 WIB

Ini Kekayaan 2 Penyidik Pajak yang Ditangkap KPK

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dua penyidik pajak Kanwil Jakarta Timur. Mereka diduga menerima suap dari PT The Master Steel, pabrik baja. Berapa catatan kekayaan dua pegawai muda itu?

Dua penyidik pajak itu adalah M Dian Irwan Nuqsira (golongan IIID) dan Eko Darmayanto (IIIC). Mereka bertugas di Ditjen Pajak Jakarta Timur.

Eko melaporkan kekayaannya ke KPK terakhir pada tahun 2011 lalu. Total harta yang dia punya adalah Rp 934 juta.

Angka itu terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah di Jakarta Selatan Rp 628 juta, lalu mobil dan motor senilai Rp 281 juta. Ada juga harta bergerak lainnya senilai Rp 8,5 juta dan giro setara kas Rp 17 juta.

Pegawai pajak Dian melaporkan kekayaannya terakhir juga tahun 2011. Total hartanya mencapai Rp 337 juta.

Dia mempunya harta berupa tanah di Bogor dan Bekasi senilai Rp 231 juta. Harta berupa mobil dan motor senilai Rp 149 juta dan giro Rp 10,7 juta.

Dian dan Eko dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan b, Pasal 5 ayat 2 dan Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%