Detik.com News
Detik.com
Kamis, 16/05/2013 14:17 WIB

Briptu Rani Menghilang, Kapolres Mojokerto Dipanggil Kapolda Jatim

Tamam Mubarrok - detikNews
Briptu Rani Menghilang, Kapolres Mojokerto Dipanggil Kapolda Jatim Briptu Rani
Mojokerto - Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho dipanggil Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko. Kapolres dipanggil atas menghilangnya Briptu Rani Indah yang heboh di kalangan kepolisian.

Pengamatan detikcom, beberapa wartawan yang hendak menggali informasi keberadaan Briptu Rani kepada Kapolres, dilarang oleh sejumlah polisi. Alasannya, Kapolres akan berangkat ke Polda Jatim dengan sifat penting.

Kasubag Humas Polres Mojokerto AKP Lilik Achiril Ekawati membenarkan jika Kapolres dipanggil Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko. "Bapak dipanggil ke Polda sekarang. Mohon maaf," kata Lilik kepada wartawan di ruang lobi, Kamis (16/5/2013).

Lilik juga menegaskan, jika Kapolres dipanggil Kapolda Jatim terkait kasus kaburnya Briptu Rani yang heboh di media massa. "Pak Kapolres dipanggil terkait Briptu Rani yang kabur," tukas Lilik.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%