Kamis, 16/05/2013 14:03 WIB

Polisi Sita Gelang Tasbih & 3 Peluru Milik Penusuk Polantas Tasik

Baban Gandapurnama - detikNews
Polisi tunjukkan foto salim/baban
Jakarta - Polisi menyita sejumlah barang bukti dari pelaku pelemparan bom rakitan ke pos polisi dan penusukan terhadap anggota polisi lalu lintas Aiptu Widiantono, di Tasikmalaya. Beberapa di antaranya berupa gelang tasbih dan tiga peluru.

"Barbuk yang disita di TKP dan badan pelaku yaitu satu senpi rakitan, bom rakitan, senjata tajam, gelang kaki berupa tasbih, slayer, dan uang 283 ribu rupiah. Lalu topi hitam, celana jeans pendek, jaket hitam dan kaus putih bertulis 'Bandung'," jelas Dir Krimum Polda Jabar Kombes Pol Slamet Riyanto.

Slamet mengungkapkannya saat jumpa pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (16/5/2013). "Selain itu ditemukan satu butir peluru kaliber 55 milimeter yang tersimpan di senpi, dan dua butir peluru kaliber 9 milimeter di jaket pelaku," tuturnya.

Jenazah pelaku saat ini masih berada di kamar mayat RS Sartika Asih Bandung. Belum ada pihak keluarga yang mengakui jenazah pelaku.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menyebutkan bom pipa rakitan yang dilempar pelaku teridentifikasi berdaya ledak rendah.

"Bom lempar itu jenis pipa T berisi black powder, detonator buatan, batery 9 volt, sejumlah baut ukuran 10, dan switching anti tekan. Bom ini sama dengan bom rakitan milik teroris yang digerebek beberapa waktu lalu di Cigondewah," jelas Martin.

Salim melemparkan bom rakitan ke pos polisi Mitra Batik, Kelurahan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (13/5) malam. 2 Polantas yang tengah bertugas, Aiptu Widartono dan Briptu Wahyu, mengejarnya. Sebelum dibekuk, pelaku menusuk Aiptu Widartono hingga luka parah.

Salim tewas ditembak 2 kali oleh Briptu Wahyu. Saat ini, jenazah Salim diidentifikasi di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung.

Diketahui Salim merupakan anak buah William Maksum, terduga teroris yang ditangkap di Cipacing, Sumedang, beberapa waktu lalu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%
MustRead close