Kamis, 16/05/2013 13:45 WIB

Lokasi Dikerubuti Warga, Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMK Dipindahkan

Edzan Raharjo - detikNews
Tersangka memperagakan aksi bakar korban (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Sleman - Ribuan warga menyemut di lokasi rekonstruksi pemerkosaan dan pembakaran siswi SMK YPKK Maguwoharjo Sleman, Ria Puspita Restanti (17). Demi alasan keamanan, lokasi rekonstruksi dipindah.

Di lokasi pertama, yakni sebuah rumah kosong di Dusun Kringinan, Selomartani, Sleman, tidak ada masalah. Meski dikerubuti warga, proses rekonstruksi tetap dilakukan. Situasi masih kondusif.

Tapi di lokasi kedua, yakni persawahan di dusun Kringinan, Selomartani, yang berjarak 100 meter dari lokasi pertama, rekonstruksi sulit dilakukan. Akhirnya lokasi dipindahkan ke Dusun Drono, Tridadi, Kecamatan Saleman, Sleman di sekitar Jl KRT Pringgodinigrat. Akses ke lokasi ditutup.

Kabag Ops Polres Sleman Kompol Herry Suryanto mengatakan kondisi di lokasi kedua tidak memungkinkan. Keamanan para tersangka bisa terancam.

"Tahu sendiri tadi di TKP 1, warga sangat banyak dan cukup emosional melihat tersangka. Pemindahan biar rekontruksi tetap berjalan," kata Herry di lokasi rekontruksi kedua, Kamis (16/5/2013).

Di Dusun Drono ini, rekonstruksi tahap 2, 3 dan 4 di lakukan. Di lokasi ini, 2 tersangka yakni Yonan dan Syarif memperagakan membuang mayat korban yang dibawa dari rumah kosong. Mereka membawa korban dengan menggunakan sepeda motor. Korban yang sudah dalam keadaan tak bernyawa dibawa ke tebing area persawahan, kemudian di bakar. Sementara 4 tersangka lainnya menunggu di jalan.

Ria Puspita Restanti ditemukan tewas mengenaskan di persawahan Dusun Kringinan, Selomartani, Kalasan, Selasa (16/4/2013) lalu. Tubuhnya hangus terbakar. Berdasarkan pemeriksaan, sebelum dibunuh, remaja putri ini diperkosa. 7 Orang ditangkap dan dijadikan tersangka terkait kasus ini. Dua tersangka adalah bapak dan anak.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
MustRead close