detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 03:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 16/05/2013 12:07 WIB

Ini Pembunuhan Sadis Ibrahim & Jurit yang Menanti Ajal di Nusakambangan

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
ilustrasi (hasan/detikcom)
Jakarta - Ibrahim dan Jurit kini menanti ajal. Keduanya yang meringkuk di LP Nusakambangan tengah menunggu regu tembak untuk mengeksekusi dirinya atas perbuatan pembunuhan sadis yang dilakukan pada 1997 silam.

Berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK) yang didapat detikcom, Kamis (16/5/2013), perbuatan kejam tersebut terjadi pada 16 Mei 1997. Ibrahim, Sofyan, Muhamad Dani dan Jurit berkumpul di sebuah sawah saat Matahari mulai terbenam.

Dalam mufakat jahat itu, mereka merencanakan membunuh Soleh. Pemicunya dendam Jurit kepada Soleh yang pernah menikamnya. Lantas, Ibrahim pun membagi tugas guna melakukan aksinya.

"Ibrahim menjemput Soleh dengan sepeda dan membawa Soleh ke Gedung Dinamit di Jalan Promes, Gang Tani, Desa Sei Gerong, Kecamatan Mariana, Kabupaten Musi Banyuasin," papar jaksa penuntut umum (JPU).

Sesampainya di Gedung Dinamit, Soleh diminta jalan terlebih dahulu. Lalu Ibrahim mendahului Soleh dengan memanggul parang panjang di pundaknya. Usai mendahului Soleh, secepat kilat parang ditebaskan ke leher Soleh dua kali dan kepala Soleh pun terpisah dengan badannya.

Lalu muncullah Jurit yang telah menunggu dan menusuk dada Soleh dengan badik. Meski Soleh sudah tidak bernyawa lagi, Ibrahim masih membacoki tubuh Soleh.

"Muhammaad Dani menusukkan pisau ke bagian perut Soleh dan Sofyan membacok punggung Soleh," papar jaksa.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(asp/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%