Kamis, 16/05/2013 11:57 WIB

Klewang Berambut Gondrong Sebelum Ditangkap, Ini Foto Sangarnya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Foto: Chaidir Anwar T/detikcom
Pekanbaru - Penampilan bos geng motor di Pekanbaru, Mardijo alias Klewang (57), lebih dikenal saat gundul. Tapi sebenarnya, ia berambut gondrong sebelum ditangkap. Berikut penampakannya.

Dalam foto yang didapatkan detikcom, Kamis (16/5/2013) Klewang duduk bersama satu orang lainnya di kantor polisi. Ia tak mengenakan kaos, hanya bercelana jins biru. Matanya menyorot tajam.

Di dekat mata bagian kanan terlihat menghitam seperti bekas terkena pukulan. Bibirnya sedikit mencong ke kiri.

Di pundak kanan pria kelahiran Brebes ini, ada tato bergambar kupu-kupu. Tak kelihatan, apakah di pundak kirinya juga ada gambar serupa atau gambar lain.

Penampilan ini sangat berbeda setelah Klewang ditangkap, Jumat (10/5) lalu. Saat itu, bos geng motor ini gundul. Ada sedikit kunciran di bagian belakang.

Klewang dan 10 anggota geng motor binaannya ditangkap dan dijadikan tersangka kasus pemerkosaan, penganiayaan, dan perampasan. Saat ini, mereka masih diperiksa di Mapolresta Pekanbaru. Polisi memburu anggota geng motor lainnya, termasuk anggota geng motor cewek. Dua cewek ditangkap secara berturut-turut, Selasa (14/5).


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%