detikcom
Kamis, 16/05/2013 10:40 WIB

Polisi Korban Penusukan Teroris yang 'Balas Dendam' Dirujuk ke Bandung

Kristiadi - detikNews
Lokasi pelemparan bom rakitan di Tasikmalaya (Foto: Kristiadi/detikcom)
Tasikmalaya - Aiptu Widartono yang terluka parah karena ditusuk terduga teroris, Salim, dirujuk ke Bandung. Sebelumnya, ia dirawat intensif di RS Jasa Kartini Tasikmalaya.

"Dibawa ke Bandung kemarin, sekitar jam 11 siang," kata Kapolresta Tasikmalaya AKBP Iwan Iman Susilo di Mapolresta, Kamis (16/5/2013).

Sejak dirawat di RS Jasa Kartini, korban mengeluhkan sakit pada perut. Dalam pemeriksaan medis, ternyata ditemukan cairan di dalam perut. "Tapi saat dibawa ke Bandung, kondisinya baik," jelas Iwan.

Aiptu Widartono diserang Salim, Senin (13/5) malam. Saat itu, ia mengatur lalu lintas di dekat pos polisi Mitra Batik, Kelurahan Cipedes. Pos polisi itu dilempar bom rakitan oleh Salim.

Aiptu Widartono yang menjabat sebagai Kasubnit Patwal Satlantas Polresta Tasikmalaya ini mengejar Salim. Namun pistolnya macet saat hendak digunakan. Kemudian, ia ditusuk dan dibacok Salim. Rekan Widartono, Briptu Wahyu yang tiba di lokasi langsung menembak Salim hingga tewas.

Salim merupakan anak buah William Maksum, terduga teroris yang ditangkap di Cipacing, Sumedang. Diduga, ia menyerang pos polisi untuk membalas dendam setelah teman-temannya digerebek di Bandung dan Jateng.

"Targetnya kita tidak tahu, kan pelakunya sudah meninggal. Tapi ya mungkin saja, mereka itu melempar ke pos polisi, maksudnya bisa balas dendam," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya ditemui di acara Yayasan Kemala Bhayangkari di Graha Bhayangkara, Jalan Cicendo, Selasa (14/5/2013).


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%