detikcom
Kamis, 16/05/2013 10:01 WIB

Komisi II DPR Panggil Mendagri Bahas Kontroversi e-KTP

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Komisi II DPR memanggil Mendagri Gamawan Fauzi membahas realisasi e-KTP. Banyak hal dibahas, termasuk pengadaan card reader e-KTP.

"Rapat dengan Mendagri pagi ini soal e-KTP," kata Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar S, kepada detikcom, Kamis (16/5/2013).

Banyak hal disoroti komisi II DPR. Termasuk kepastian apakah e-KTP boleh difotokopi hingga pengadaan card reader e-KTP.

"Soal fotocopi, soal card reader, chipnya, kita evaluasi menyeluruh," katanya.

Komisi II juga menyoroti distribusi e-KTP ke daerah. "Karena penyelesaiannya kan belum selesai seperti rencana," katanya.

Saat ini Dirjen Kemendagri sudah hadir di tengah rapat Komisi II DPR. Sedangkan Mendagri belum tampak hadir, ada kemungkinan Mendagri tidak hadir.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(van/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%