detikcom
Kamis, 16/05/2013 09:56 WIB

Pasca Bentrokan Mahasiswa & Polisi, Universitas Nommensen Diliburkan

Khairul Ikhwan - detikNews
Foto: Khairul Ikhwan/detikcom
Medan - Pasca bentrok mahasiswa dengan polisi, pihak rektorat Universitas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nommensen meliburkan perkuliahan. Seluruh gerbang kampus ditutup rapat, mahasiswa dilarang masuk, Kamis (16/5/2013).

Di gerbang masuk yang ada di depan halte Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, pihak kampus menempelkan kertas karton berisi pengumuman. "Perkuliahan Hari Ini, Kamis 16 Mei 2013 Diliburkan", bunyi pengumuman tersebut.

"Kalau melihat pengumuman ini, sepertinya memang hanya hari saja yang libur. Kita tidak diizinkan masuk," kata seorang mahasiswi.

Banyak mahasiswa yang tidak mengetahui libur ini. Mereka yang sudah terlanjur datang berkumpul di sekitar kampus, atau segera pulang.

Berbeda dengan suasana malam hingga dinihari tadi, pada Kamis pagi tidak terlihat lagi konsentrasi polisi yang bersiaga di sekitar kampus. Hanya polisi lalu-lintas yang berjaga lebih banyak sebab lampu pengatur lalu-lintas di persimpangan dihancurkan mahasiswa dalam aksi demo Rabu (15/5/2013) sore.

Petugas kebersihan Kecamatan Medan Timur terlihat masih memunguti batu-batu yang berserakan di Jalan Perintis Kemerdekaan, sisa bentrokan tadi malam. Mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk membersihkan sisa bakaran ban. Mahasiswa membakar ban untuk menandai batas teritori aksi blokir jalan tadi malam.

Bentrokan antara mahasiswa dan polisi, serta mahasiswa dengan warga, terjadi pada Rabu malam. Bermula dari aksi para mahasiswa Nommensen yang menuntut diusutnya kemungkinan keterlibatan polisi dalam kasus meninggalnya seorang mahasiswa dalam kecelakaan lalu-lintas di Medan beberapa hari lalu. Aksi itu berubah anarkis, sebab mahasiswa memblokir jalan, merusak pos polisi serta menyerang polisi yang kebetulan melintas di sekitar kampus.

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan aksi anarkis itu. Sebanyak 12 orang diamankan dalam kejadian itu dan masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Medan, Jalan HM Said, Medan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(rul/try)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%