Detik.com News
Detik.com
Rabu, 15/05/2013 23:14 WIB

Bupati Mandailing Natal dan 2 Tas Hitam Tiba di KPK

Moksa Hutasoit - detikNews
Bupati Mandailing Natal dan 2 Tas Hitam Tiba di KPK Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara
Jakarta - Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara, tiba di Gedung KPK. Tak hanya Hidayat, ada dua tas hitam yang ikut dibawa juga oleh polisi.

Hidayat tiba di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (15/5/2013) sekitar pukul 22.45 WIB. Hidayat datang menumpang mobil panther.

Di mobil yang berbeda, dua buah polisi membawa dua tas hitam berukuran cukup besar. Ada juga seorang pria berbaju kotak-kotak yang membawa koper.

Hidayat dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi. Barang bukti uang suap yang berhasil diamankan sebesar Rp 999,6 juta. Penangkapan ini terkait kasus alokasi Bantuan Dana Bawahan (BDB) dari Provinsi Sumatera Utara kepada Kabupaten Mandailing Natal APBD TA 2013.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%