detikcom
Rabu, 15/05/2013 23:08 WIB

Abu Roban Gunakan Dana Hasil Rampokan untuk Biayai Janda Teroris

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Abu Roban alias Untung Hidayat alias Bambang Nangka alias Bang Naga alias Dedi alias Topil, teroris yang tewas di Batang pekan lalu, melakukan aksi perampokan dalam menggerakan roda kelompok terornya. Dana hasil rampokan atau Fa'i juga digunakan untuk menghidupi janda teroris yang tewas atau ditangkap Densus 88/Antiteror.

Berdasarkan data hasil penyelidikan Densus 88/Antiteror Mabes Polri, kelompok Abu Roban melakukan beberapa aksi perampokan di Banten, Jawa Tengah, dan Lampung. Di Tangerang, Banten, Februari 2013 kelompok Abu Roban melakukan perampokan di toko bangunan baja dan besi Terus Jaya, Pondok Ranji. Hasil rampokan berjumlah Rp 30 juta.

Sebelumnya, Desember 2012, kelompok ini melakukan aksi perampokan di toko HP di Bintaro dan berhasil menggondol 100 buah telepon genggam. Di Lampung, 22 April 2013, kelompok ini menyasar Bank BRI Lampung Gadung Rejo dan berhasil menggondol Rp 466.700.000.

Selain itu, titik perampokan kelompok Abu Roban juga terjadi di BRI Grobogan dengan menggasak Rp 500 juta, Bank BRI Batang Rp 500 juta, perampok toko emas di Srengseng Jakarta Barat dengan membawa empat kilogram emas, Pos dan Giro Serua, Tangerang Selatan dengan hasil rampokan Rp 30 juta.

Hasil rampokan tersebut dipergunakan untuk membeli bahan-bahan pembuatan bom, pembelian senjata api sebanyak 21 pucuk dengan rincian senjata revolver sebanyak 9 pucuk, FN 11 pucuk, dan laras panjang M1 US Carraben satu pucuk. Sementara amunisinya sebanyak 1905 butir dengan rincian peluru FN 400 butir, revolver 505 butir, kaliber 5,56 mm 900 butir, peluru untuk M1 US Carraben 100 butir.

"Untuk kesejahteraan keluarga anggota kelompok Abu Roban dimasing-masing wilayah antara lain Jateng Rp 90 juta, Jabar 32 juta, bantuan kepada kelompok Makassar sebesar Rp 30 juta," papar seorang anggota Densus 88 di hadapan Wakil Kapolri dan pimpinan media di Graha CIMB Niaga, Jl Jenderal Sudirman, Rabu (15/5/2013).

"Tanggal 25 April 2013, Rabhitoh Ahmad Faisal diperintahkan Abu Roban menyerahkan uang hasil fai sebesar Rp 60 juta untuk diberikan pada janda atau istri para tersangka yang tewas atau tertangkap oleh Densus 88," imbuh personel tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/mpr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%