Detik.com News
Detik.com
Rabu, 15/05/2013 20:09 WIB

Mahasiswa Nommensen Bentrok dengan Polisi di Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Mahasiswa Nommensen Bentrok dengan Polisi di Medan Mahasiswa bentrok dengan polisi (Khairul/detikcom)
Medan, - Aksi demo mahasiswa Universitas HKBP Nommensen di Medan berubah menjadi aksi anarkis. Massa terlibat saling lempar batu dengan polisi.

Aksi demo itu mulai berlangsung pada Rabu (15/5/2013) sore. Mahasiswa membakar ban dan memblokir jalan di depan kampus mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan.

Massa menuding polisi bertanggung jawab atas meninggalnya Juliansen Ginting (23) mahasiswa Fakultas Fisipol mereka dalam kecelakaan lalu-lintas beberapa hari lalu.

"Polisi harus bertanggung jawab," kata seorang mahasiswa.

Aksi ini kemudian diwarnai dengan perusakan pos polisi yang ada di sekitar kampus mereka. Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyerang tiga polisi yang kebetulan melintas di sekitar lokasi aksi tersebut.

Karena demonstrasi sudah anarkis, puluhan polisi dari Polresta Medan segera ke lokasi. Mereka bersiaga di sekitar kampus. Para mahasiswa kemudian melempari polisi ini dengan batu. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata.

Saat ini kedua belah pihak bertahan. Mahasiswa yang membawa kayu dan batu bertahan di simpang Jalan Perintis Kemerdekaan, sementara polisi yang membawa kendaraan taktis bertahan di Jalan Gaharu.

(rul/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%