detikcom
Rabu, 15/05/2013 19:22 WIB

Dugaan Briptu Rani Menghilang karena Foto Syur Tersebar Dimentahkan

Tamam Mubarrok - detikNews
Mojokerto - Dugaan penyebab menghilangnya Briptu Rani karena masalah foto koleksi pribadinya yang syur tersebar dimentahkan. Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho menuding polisi cantik itu mengada-ada.

Sebaliknya, kapolres menegaskan Briptu Rani lari dari sanksi yang diputus dalam sidang KKEP (Komisi Kode Etik Polri).

"Fotonya nyebar itu saat dia sudah kabur. Dia kabur murni lari dari sanksi," tegas kapolres saat ditemui detikcom di ruangannya, Rabu (15/5/2013).

Dugaan awal, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni yang memiliki satu anak itu menghilang dari Polres Mojokerto sejak tiga bulan lalu.

Polisi cantik yang sudah bercerai dengan suaminya itu diduga malu dan terpukul setelah foto-foto koleksi pribadinya yang berpose syur disebarkan ke situs jejaring sosial dan publik.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gik/gik)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%