Detik.com News
Detik.com

Rabu, 15/05/2013 18:31 WIB

RI-Korsel Tunda Kerjasama Pembuatan Pesawat Tempur Canggih

Rivki - detikNews
RI-Korsel Tunda Kerjasama Pembuatan Pesawat Tempur Canggih Menhan Purnomo Yosgiantoro.
Jakarta - Sukesi pemerintahan Korea Selatan, berimbas ke kerjasama membangun pesawat tempur canggih dengan Indonesia. Kelanjutan proyek yang sudah lama dirintis ini ditunda. Tapi bukan berarti batal.

"Tidak ada kata-kata batal, tetapi betul itu ditunda karena pemerintah Korsel sedang masa transisi," tegas Menhan Purnomo Yusgiantoro, usai sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Menhan mengatakan, pesawat tempur KFX yang dikembangkan bersama Korsel kecanggihannya setara dengan F-35 buatan AS. Teknologi yang diterapkan sepenuhnya diserahkan kepada Korsel yang di dalam perjanjian kerjasamanya diharuskan ada tranfer teknologi kepada tenaga ahli Indonesia.

"Jadi ini bukan proyek gagal. Investasi kita justru ada di Bandung (PT Dirgantara Indonesia -red)," sambungnya.

Bila teknologinya diserahkan kepada Korsel, apa andil dari Indonesia dalam kerjasama ini?

"Share kita 20 persen," jawab Purnomo tentang andil Indonesia untuk pendanaannya.

Seperti diketahui, PT Dirgantara Indonesia terlibat dalam pengembangan dan produksi pesawat jet tempur bersama Korea Selatan. Sebanyak 30 orang tenaga ahli dari Indonesia sejak beberapa waktu lalu berada di Korsel untuk terlibat dalam perancangan pesawat tempur canggih yang berkode KFX/IFX itu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%