Rabu, 15/05/2013 17:47 WIB

Pertama di Indonesia, Warga Menang Melawan Pengadilan di KIP

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Pertama kali terjadi di Indonesia, pengadilan kalah melawan warga masyarakat. Hal ini terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, ketika salah seorang warga menuntut keterbukaan informasi.

Berawal dari Sekretaris Desa (Sekdes) Tanggulangin, Kejayan, Pasuruan, Agus Yahya yang meminta salinan putusan PN Bangil. Sebab dalam salinan putusan itu, warganya Nahuri disebut DPO oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Atas tudingan JPU ini, Agus pun penasaran dan meminta informasi tentang salinan putusan tersebut. Namun pihak PN Bangil tidak memberikan informasi yang diminta sehingga Agus menggugat PN Bangil ke Komisi Informasi Pusat (KIP).

"Diputus siang ini. Pemohon informasi ini meminta informasi tentang salinan putusan. Pemohon ini pernah jadi terpidana kasus penyelewengan dana desa," kata Ketua KIP Abdul Rahman kepada detikcom, Rabu (15/5/2013).

Selain Abdul Rahman, duduk sebagai majelis ajudikasi (mediasi) yaitu Amirudin
dan Heni S Widyaningsih dan disidangkan di Hotel Tunjungan Plaza Surabaya. Abdul menyebutkan informasi yang diminta adalah jenis informasi yang bersifat terbuka. Sehingga PN Bangil dinyatakan bersalah tidak memberikan informasi yang diminta.

"Dia minta informasi dari PN Bangil, tentang status DPO (Nahuri). Kenapa dijadikan DPO? Padahal dia kan semestinya diadili," ujar Abdul menambahkan.

Namun dari proses ajudikasi (mediasi), PN Bangil berkilah salinan putusan yang diminta sedang dipegang Mahkamah Agung (MA) karena proses kasasi. Setelah proses kasasi selesai, PN Bangil berjanji akan memberikan salinan putusan tersebut.

"PN Bangil beralasan pemberiannya setelah dari putusan MA," ujar Abdul.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%