Detik.com News
Detik.com
Rabu, 15/05/2013 17:28 WIB

Kronologi Menghilangnya Briptu Rani versi Kapolres Mojokerto

Tamam Mubarrok - detikNews
Kronologi Menghilangnya Briptu Rani versi Kapolres Mojokerto Briptu Rani
Mojokerto - Kapolres Mojokerto akhirnya buka suara terkait menghilangnya salah satu anak buahnya, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni.

AKBP Eko Puji Nugroho menyatakan Briptu Rani meninggalkan tugas sejak 3 bulan lalu setelah Propam Polres Mojokerto menjatuhi hukuman sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Berikut kronologi yang diungkap kapolres tentang hilangnya polisi cantik itu kepada wartawan, Rabu (15/5/2013).

16 Januari 2013: Propam Polres Mojokerto menjatuhi hukuman penjara 21 hari pada sidang KKEP. Rani dinilai sering absen dari dinas. Pihak Propam memberi waktu 14 hari banding putusan.

17 Januari 2013: Briptu Rani menghilang berstatus desersi. Propam segera melakukan pencarian di rumah kosnya Desa Wonokusumo, Kecamatan Mojosari. Namun, hingga beberapa hari tak membuahkan hasil.

8 Maret 2013: Propam membentuk tim untuk memburu Rani ke rumahnya di Bandung, Bogor dan Jakarta. Lagi-lagi tak membuahkan hasil.

25 April 2013: Propam mengeluarkan surat DPO terhadap Rani dan disebar ke seluruh kepolisian di Indonesia.

"Hari ini tim sudah mencarinya yang keberadaannya diketahui di Bandung," kata AKBP Eko Puji Nugroho kepada detikcom di kantornya.


(gik/gik)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%