Rabu, 15/05/2013 16:48 WIB

Kasus Luthfi, PKS: Rasanya Sakit, Rasanya Sangat Diskriminatif

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Kepala Bidang Humas PKS Mardani Alisera mengungkapkan curahan hatinya terkait kasus Luthfi Hasan. Dia merasa ada ketidakadilan bagi PKS dalam penanganan kasus.

"Rasanya sakit rasanya sangat dikriminatif karena pimpinan kami dijemput. Kami selalu menegaskan KPK tegakan hukum dengan adil profesional, proporsional, dan tidak tebang pilih," kata Mardani dalam jumpa pers di Markas PKS di Jl TB Simatupang, Jaksel, Rabu (15/5/2013).

Namun bagaimanapun. lanjut Mardani, dia yakin kader PKS tetap solid menjaga semangat keislamannya. "Persepsi kalah dengan reputasi, dan itu akan mengalahkan reputasi," jelasnya.

Mardani ingin publik menilai, bahwa dalam kasus suap izin impor sapi, Luthfi belum menerima uang yang katanya disebut untuk dia.

"Satu kasus yang terekspos ke publik. Rp 1 miliar yang katanya diterima Pak Lutfi itu belum diterima. Kami persilahkan publik untuk menilai. Kalau KPK melakukam politisasi hukum dengan tidak memproses kasus-kasus yang lain itu akan menjadi penilaian publik dan kami tidak ingin itu terjadi. Selama ini kan penilaian publik terhadap KPK bagus," tutupnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(slm/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%