detikcom

Rabu, 15/05/2013 12:13 WIB

Briptu Rani Menghilang

Diduga Polisi Cantik Itu Terpukul Akibat Foto Syurnya Beredar

Tamam Mubarrok - detikNews
Daftar DPO
Mojokerto - Briptu Rani kini dicari polisi karena meninggalkan dinas di Polres Mojokerto tanpa memberikan pesan. Diduga, polisi cantik itu menghilang karena foto-foto pose syurnya.

Informasi yang dikumpulkan, polisi asal Bandung ini diduga marah dan terpukul karena foto-foto syur dirinya yang dipotret dari smartphone miliknya ada yang menyebarkan ke situs jejaring sosial.

Tak hanya itu, foto-foto Briptu Rani yang kemungkinan untuk koleksi pribadi itu juga tersebar luas di seluler kalangan polisi. "Iya memang pernah tersebar dan jadi pembicaraan," kata seorang anggota polisi saat bincang-bincang dengan detikcom.

Hingga Rabu (15/5/2013), belum ada pernyataan resmi dari Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho perihal kasus ini. Saat dikonfirmasi melalui selulernya, tak ada jawaban.

Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni yang menhilang selama 3 bulan itu, oleh Polres Mojokerto ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Polisi kelahiran 1988 asal Bandung ini memiliki satu anak perempuan. Dia juga sudah bercerai dengan suaminya yang sesama anggota polisi.

Jika polisi cantik itu tidak merasa menyebar fotonya, lantas siapa yang 'jahil'?


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%