detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 06:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 15/05/2013 11:59 WIB

Hari ke-212 Jokowi

Jeritan Warga Waduk Pluit: Jokowi-Ahok Datang Dong ke Sini!

Sukma Indah Permana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jum yang menolak relokasi (Sukma/ detikcom)
Jakarta - Warga terus melawan pembongkaran bangunan ilegal di Waduk Pluit. Mereka meluapkan protes kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Puluhan warga menduduki kantor usaha alat berat berlantai dua di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (15/5/2013). Kantor itu diketahui milik seorang pengusaha bernama Tedi.

"Suruh Jokowi-Ahok ke sini ngomong sama kita langsung," kata Jum, seorang ibu kepada Sekretaris Kecamatan Penjaringan, Yani Wahyu.

Perempuan yang berjaket hitam dan memakai perhiasan nan mencolok itu mengaku Jokowi dan Ahok belum pernah berdialog dengan warga khususnya di RT 19 RW 17, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Lokasi itu hingga kini belum digusur. Penggusuran baru akan dilakukan setelah rumah susun di Muara Baru siap dihuni oleh warga.

"Mana nggak ada dialog kok sama kita. Pak Jokowi emang ngobrol sama siapa, sama eceng gondok ya?" kata Jum dengan nada tinggi.

"Tahun 1970 dulu, ini rawa dan hutan. Nggak ada yang ngelarang-larang nguruk, sekarang mau ngusur saja," lanjut Jum emosi.

Warga lain juga mengharapkan kehadiran orang nomor satu di Jakarta tersebut.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(aan/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%