Detik.com News
Detik.com
Rabu, 15/05/2013 11:03 WIB

Briptu Rani Tak Diketahui Jejaknya, Polisi Cantik Itu Terancam Dipecat

Norma Anggara - detikNews
Briptu Rani Tak Diketahui Jejaknya, Polisi Cantik Itu Terancam Dipecat Briptu Rani
Surabaya - Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni menghilang hingga hari ini, tanpa diketahui jejaknya. Polisi cantik ini sudah 3 bulan meninggalkan tugasnya di Bagian Perencanaan Polres Mojokerto.

Polisi asal Komplek Neglasari I, Jalan Negla Suci 26, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat yang sekarang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ini pun terancam dipecat.

Kasubid Penmas Polda Jatim AKBP Suhartoyo menjelaskan bahwa kasus Briptu Rani ini merupakan kasus disersi. "Semua polisi boleh menangkap. Dilaporkan, dan pihak Polres Mojokerto yang akan jemput DPO," kata AKBP Suhartoyo saat ditemui di Mapolda Jatim, Rabu (15/5/2013).

Nantinya bila Briptu Rani bisa ditemukan, maka yang bersangkutan akan menghadapi proses di internal kepolisian.

"Setelah ditangkap, dia akan disidang kode etik. Karena lebih dari 1 bulan absen tanpa sepengetahuan pimpinan, langsung pecat," tegas Suhartoyo.

Bagaimana dengan kasus yang melatarbelakangi menghilangnya Briptu Rani? Bila polisi cantik itu ketahuan bermasalah di internal kantor, apakah polisi juga akan mengusutnya?

"Kita lihat nanti prosesnya bagaimana, biar Polres Mojokerto menangkap yang bersangkutan terlebih dahulu," pungkas Suhartoyo.

Hingga kini, latarbelakang menghilangnya polisi cantik yang kabarnya bersuami seorang polisi tersebut masih misterius. Informasi yang santer beredar karena dipicu masalah asmara hingga soal uang.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nrm/gik)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%