Detik.com News
Detik.com
Rabu, 15/05/2013 09:14 WIB

Pilgub Bali, Puspayoga: Kita Siap Menang Siap Kalah

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Calon Gubernur Bali dengan nomor urut 1, Anak Agung Ngurah Puspayoga menggunakan hak pilihnya di TPS nomer 8 di Banjar Belaluan Sadmerta Dangin Puri Kauh Denpasar. Puspayoga datang ke TPS ini bersama keluarganya.

Sebelum menggunakan hak plihnya, cagub yang diusung PDIP ini menyempatkan diri untuk menyapa masyarakat sekitar yang ikut menggunakan hak pilihnya. Dia berharap agar pelaksanaan pemilihan gubernur ini berlangsung dengan aman dan tertib.

"Mari bersama-sama kita pertontonkan kedamaian ini, kedamaian sudah terlihat sebelum dan pasca ini (pilkada) semoga tetap damai," katanya kepada wartawan ditemu di TPS 8, jalan Rambutan Denpasar, Rabu (15/5/2013).

Soal optimisme kemenangan dalam pilgub ini dia belum berani mempridiksi apakah menang atau kalah. "Kita tidak boleh mendahului, kita harus siap menang dan siap kalah," ungkap dia. Dalam pilgub ini dua kandidat yang bersaing adalah pasangan Puspayoga-Sukrawan dan pasangan Mangku Pastika-Sudikerta.

Kedua kandidat ini harus merebutkan sebanyak 2.926.571 suara pemilih dari sembilan kabupaten dan kota di Bali. Cagub Bali A.A. Puspayoga menggunakan hak pilihnya di TPS 8 Banjar Belaluan Desa Dangin Puri Kauh Jalan Rambutan Denpasar. Sementara itu, Cagub Mangku Pastika di TPS 11 SD V Penatih Denpasar.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gds/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%