detikcom
Selasa, 14/05/2013 19:49 WIB

KPK Sita Berkas dari Rumah Bupati Mandailing Natal di Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Rumah Bupati Mandailing Natal. (Khairul/detikcom)
Medan, - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai melakukan penggeledahan di kediaman pribadi Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara, di Medan. Sejumlah berkas dan barang dibawa dari sana.

Sekitar pukul 18.50 WIB, Selasa (14/5/2013) dua mobil minibus keluar dari rumah Hidayat yang berada di Jl Sei Asahan, Medan. Dua mobil itu membawa penyidik KPK yang sebelumnya melakukan penggeledahan.

Sebelumnya di garasi rumah, tim KPK bersama sejumlah petugas dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) yang berada di lokasi, memuat sejumlah barang ke bagasi mobil. Sepintas terlihat berupa berkas-berkas.

Hingga proses pemeriksaan selesai, tim penyidik KPK tidak bersedia memberikan keterangan masalah pemeriksaan ini. Tidak ketahui ada atau tidak orang yang ditangkap di rumah ini. Tetapi yang pasti, saat pemeriksaan ini Hidayat Batubara tidak berada di rumah tersebut.

"Tidak ada di rumah,” kata seorang petugas ketika ditanya apakah Hidayat Batubara ada di rumah atau tidak.

Pemeriksaan rumah pribadi Hidayat Batubara dilakukan KPK sejak Selasa siang. Pemeriksaan ini terkait dengan operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK hari ini di Sumut.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%