Selasa, 14/05/2013 19:21 WIB

Rekening Gendut Aiptu LS, Polda Papua Koordinasi ke Bareskrim

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Seorang bintara tinggi di Polres Sorong, Aiptu LS, diketahui memiliki rekening gendut dengan jumlah fantastis, Rp 900 miliar. Polda Papua tengah mengusut asal muasal duit di rekening tersebut dan menggandeng Bareskrim Polri.

"Saat ini sedang dikumpulkan alat buktinya. Kita koordinasikan dengan pihak Bareskrim untuk penyelidikannya," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Papua, Kombes Setyo Budi, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/5/2013).

Direktorat Krimsus sendiri saat ini bergerak cepat menanggapi laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening atas nama LS.

"Penyidikannya masih dalam proses. Krimsus tangani dua kasus, BBM dan kehutanan. Saat ini sedang dikumpulkan keterangan dan bukti-bukti," ujar Setyo.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%