detikcom
Selasa, 14/05/2013 19:21 WIB

Rekening Gendut Aiptu LS, Polda Papua Koordinasi ke Bareskrim

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Seorang bintara tinggi di Polres Sorong, Aiptu LS, diketahui memiliki rekening gendut dengan jumlah fantastis, Rp 900 miliar. Polda Papua tengah mengusut asal muasal duit di rekening tersebut dan menggandeng Bareskrim Polri.

"Saat ini sedang dikumpulkan alat buktinya. Kita koordinasikan dengan pihak Bareskrim untuk penyelidikannya," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Papua, Kombes Setyo Budi, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/5/2013).

Direktorat Krimsus sendiri saat ini bergerak cepat menanggapi laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening atas nama LS.

"Penyidikannya masih dalam proses. Krimsus tangani dua kasus, BBM dan kehutanan. Saat ini sedang dikumpulkan keterangan dan bukti-bukti," ujar Setyo.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/rmd)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close