Selasa, 14/05/2013 16:08 WIB

Terduga Teroris yang Ditangkap di Purwokerto Tak Dikenal Warga

Arbi Anugrah - detikNews
Purwokerto - Sam alias Arf, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, tidak dikenal warga. Bahkan ia tidak terdata sebagai warga.

"Selama ini belum pernah ada nama Sam alias Arf. Seingat saya selama 20 tahun hidup di sini belum pernah ada nama tersebut," kata ketua RT 01/06, Kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara kepada wartawan, Selasa (14/5/2013).

Dari informasi yang dikumpulkan, Sam menggunakan alamat RT 01/06 kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara dan mempunyai ayah bernama Kasmiarjo. Dari hasil penelusuran, tidak ada nama Sam alias Arf di tempat tersebut.

"Saya tidak memiliki anak bernama Arf, anak saya cuma satu dan itu perempuan," kata Dariah, istri Kasmiarjo, seorang penghuni rumah yang alamatnya digunakan Sam alias Arf.

Namun anehnya, saat alamat tersebut ditelusuri hingga ke Kelurahan Bancarkembar, di kelurahan tersebut ada nama Sam alias Arf terdata sebagai warga pembuat e-KTP dan sudah mendapat 3 kali surat panggilan untuk pendataan e-KTP.

"Ada nama Arf di alamat tersebut dan sudah 3 kali dipanggil untuk e-KTP tapi tidak pernah hadir," kata salah satu staf kelurahan Bancarkembar.

Sebelumnya, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri membekuk 2 pelaku terduga teroris di dua titik pada pagi ini, Selasa (14/5/2013). Pelaku pertama berinisial SAM alias Arf dan ditangkap di Jalan Jatisari, tepatnya di depan SMP Negeri 9 Purwokerto. Sedangkan pelaku kedua berinisial SPU dan ditangkap di Surakarta.

Keduanya diduga merupakan kelompok bomber Badri Hartono yang diungkap pada September 2012 lalu di Surakarta. Disebut-sebut, mereka adalah pelatih perakit bom di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta.





Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(arb/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%