Detik.com News
Detik.com
Selasa, 14/05/2013 16:06 WIB

Ada Sandi 'Engkong' & '17 M' Dalam Rekaman yang Dibuka di Depan Hilmi?

Rina Atriana - detikNews
Ada Sandi Engkong & 17 M Dalam Rekaman yang Dibuka di Depan Hilmi?
Jakarta - Penyidik KPK membuka rekaman percakapan dua orang di depan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Pria yang biasa disapa kader PKS Ustadz Hilmi menyebut isi rekaman itu hanya bluffing. Apa isi rekaman yang diperdengarkan?

Pengacara Hilmi, Zainuddin Paru yang menemani menyebut rekaman itu berisi pembicaraan Ahmad Fathanah dengan seseorang.

"Hal yang diperiksa adalah diperdengarkan rekaman Fathanah yang bicara dengan pihak lain," jelas Zainuddin di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/5/2013). Zainuddin menepis kalau pihak lain itu disebut sebagai Ridwan Hakim, putra Hilmi.

Informasi yang diperoleh wartawan, dalam rekaman antara Fathanah dan orang yang diduga Ridwan itu berbicara dengan beberapa sandi. Misalnya saja ada kata 'engkong' yang diduga merujuk pada Hilmi. Nah, orang yang diduga Ridwan itu menanyakan perihal angka '17 M' untuk 'engkong', apakah sudah dikirimkan atau tidak.

Zainuddin yang dikonfirmasi kembali menyanggahnya. Hilmi tak kenal suara Fathanah juga orang yang disebut Ridwan. Bahkan penyidik yang memberi tahu siapa saja yang berbicara di dalam rekaman itu.

"Penyidik tanya kenalkah suara ini, Ustad Hilmi tidak kenal, tidak diketahui. Atas dasar itu cukuplah Ustad sehingga pemeriksaan juga sudah selesai dari jam 1. Setelah pemeriksaan harus ditandatangani Ustad Hilmi dan penyidik," jelasnya.

Dalam pemeriksaan itu, ada 7 pertanyaan yang ditujukan bagi Hilmi. Juga 3 pertanyaan terkait rekaman. "Beliau tidak kenal dan tidak mengerti," urainya.

Zainuddin juga menegaskan bahwa sama sekali Hilmi tak pernah bertemu dengan Fathanah. "Tidak," tutup Zainuddin.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rna/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%
MustRead close