detikcom
Selasa, 14/05/2013 14:51 WIB

Bom Rakitan yang Dilemparkan ke Pos Polisi di Tasik Low Explosive

Tya Eka Yulianti - detikNews
Jakarta - Rangkaian bom yang dilemparkan pelaku ke pos polisi di Tasikmalaya telah teridentifikasi sebagai jenis peledak berdaya ledak rendah (low explosive). Namun jika meledak, bom tersebut juga tetap dapat melukai anggota yang berada di dalam pos tersebut.

Hal itu diungkapkan Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angka Wijaya saat ditemui di usai mengikuti acara Yayasan Kemala Bhayangkari di Graha Bhayangkara, Jalan Cicendo, Selasa (14/5/2013).

"Low explosive itu bomnya," ujar Anis.

Ia menyebutkan, rangkaian bom yang telah dirakit tersebut dilemparkan dalam bentuk rompi. "Jadi yang dilemparkan itu rompi, yang isinya rangkaian bom. Cuma tidak meledak," katanya.

Tak hanya bom rakitan yang tak meledak, pistol yang dibawa pelaku pun tak berfungsi. "Itu kalau pistolnya meledak, anggota kita bisa mati juga itu," tutur Anis.

SL dan seorang lainnya melemparkan bom rakitan ke pos polisi Mitra Batik, Kelurahan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (13/5) malam. 2 Polantas yang tengah bertugas, Aiptu Widartono dan Briptu Wahyu, mengejarnya. Sebelum dibekuk, pelaku menusuk Aiptu Widartono hingga luka parah.

SL tewas ditembak 2 kali oleh Briptu Wahyu. Sedangkan satu pelaku yang tak diketahui identitasnya, melarikan diri. Saat ini, jenazah SL diidentifikasi di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(tya/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%