Detik.com News
Detik.com

Selasa, 14/05/2013 11:56 WIB

Mengerikan! Beredar Video Pemberontak Makan Jantung Tentara Suriah

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Mengerikan! Beredar Video Pemberontak Makan Jantung Tentara Suriah Daily Mail/YouTube
Damaskus - Kekejaman kelompok pemberontak Suriah ditunjukkan melalui sebuah video yang beredar di internet. Dalam video tersebut, terlihat seorang anggota pemberontak memotong jantung seorang tentara Suriah dan kemudian menggigitnya.

Video mengerikan tersebut diunggah secara online pada Minggu (12/5) lalu. Video tersebut menunjukkan seorang pria mengenakan perlengkapan militer yang sedang memegang pisau dan menyayat bagian dada sesosok jenazah, yang disebut sebagai tentara Suriah.

Pria tersebut kemudian menoleh ke kamera dan menunjukkan potongan jantung yang diambil dari jenazah tersebut kemudian menggigitnya.

"Saya bersumpah, kami akan memakan jantung dan hati kalian...," ujar pria tersebut merujuk pada tentara Suriah, seperti dilansir PressTV, Selasa (14/5/2013).

Secara terpisah, Peter Bouckaert dari organisasi HAM, Human Rights Watch memberi keterangan soal video ini. Menurutnya, pria yang ada di dalam video diketahui bernama Abu Sakkar, yang merupakan pendiri kelompok militan Farouq Brigade.

Identitas Abu Sakkar dikonfirmasi oleh seorang anggota militan di Homs yang mengenalnya secara pribadi. Menurut sumber yang enggan disebut namanya tersebut, pria di dalam video mengenakan jaket hitam yang sama dan memakai cincin yang sama dengan Abu Sakkar yang sebenarnya.

"Mutilasi jasad musuh merupakan kejahatan perang. Tapi yang lebih serius lagi adalah hal semacam ini bisa berujung pada kekerasan sektarian," ucap Bouckaert.

Dalam versi tanpa sensor, terlihat dalam video bahwa Sakkar memerintahkan anak buahnya untuk membunuh tentara Suriah yang mereka temui dan kemudian memakan jantungnya mentah-mentah. Rekaman video ini telah memicu kemarahan baik dalam kubu pendukung presiden Bashar al-Assad maupun dari kelompok oposisi.

Sejak beberapa bulan lalu, video serupa juga banyak beredar di internet. Namun pada umumnya pelaku mutilasi dan pembunuhan keji itu biasanya dilakukan oleh pasukan paramiliter Suriah yang biasa disebut Shabiha.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%