detikcom
Selasa, 14/05/2013 01:04 WIB

Polisi Malaysia Tertangkap Bawa Sabu di Bandara Polonia Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Seorang polisi Malaysia diamankan petugas Bea dan Cukai Polonia Medan karena kedapatan membawa sabu. Tersangka masih menjalani pemeriksaan di kantor bea dan cukai.

Tersangka Salim bin Muhammad Yusof diamankan petugas sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (13/5/2013) di terminal kedatangan internasional Bandara Polonia Medan, Sumatera Utara (Sumut). Saat itu tersangka baru saja turun dari pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8055 dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Sewaktu melewati pemeriksaan imigrasi, petugas curiga dengan gerak-gerik Salim, lalu melakukan penggeledahan. Petugas menemukan satu paket sabu yang beratnya 0,5 gram. Narkotika itu ditemukan di dompet pelaku.

Mendapati Salim membawa narkotika, dia pun langsung digelandang ke kantor Bea dan Cukai Polonia, Jalan Suwondo Ujung. Pihak BC masih belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan ini, namun diperoleh informasi tersangka merupakan anggota Polisi Diraja Malaysia.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Bea Cukai Polonia, Ahmad Fathoni menyatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan kasus.

"Masih pendalaman, nanti diinfokan," katanya kepada wartawan Senin malam.

Hingga Senin tengah malam, tersangka masih berada di kantor Bea Cukai Polonia. Masih belum dipastikan kemana kasus ini akan dilimpahkan, polisi atau Badan Narkotika Nasional (BNN).


(rul/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%