detikcom
Senin, 13/05/2013 15:18 WIB

Panwaslu Semarang Temukan 20 Ribu Surat Suara Pilgub Jateng Rusak

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Sebanyak 20.169 surat suara untuk Pilgub Jateng 2013 yang didistribusikan ke Kota Semarang diketahui rusak. Ada yang sobek, ada yang terkena bercak tinta dan warna tinta tidak sesuai.

Divisi SDM dan Kelembagaan Panwaslu Kota Semarang, Muhammad Amin saat mendatangi lokasi sortir di Balai Latihan Kerja (BLK) Penderita Cacat mendapati kertas suara yang rusak antara lain sobek di bagian samping dan bercak yang berada pada foto calon gubernur dan wakil gubernur.

"Hasil pengamatan ada kertas suara yang sobek, ada spot di pasangan calon, dan ada gradasi tinta. Jumlahnya 20.169 surat," kata Amin di BLK Penderita Cacat, Jl Perintis Kemrdekaan Semarang, Senin (13/5/2013).

"Sebelumnya, dalam 4 hari sudah ditemukan 10.147 surat suara rusak," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Fajar Subhi AKA mengatakan, kerusakan surat suara ada di setiap daerah di seluruh Jawa Tengah dengan variasi yang berbeda. Namun pihaknya sudah mengirim balik ke percetakan dan mendapatkan gantinya.

"Seluruh daerah ada. Targetnya tanggal 20 Mei sudah sampai di semua kabupaten/kota termasuk perbaikannya," ujar Fajar.

Dari data Panwaslu Kota Semarang, jumlah surat suara yang berada di wilayahnya sebanyak 1.125.696 dan cadangan sebanyak 2,5 persen sehingga total menjadi 1.153.838 surat.

Saat ini, 20.169 surat suara yang rusak sudah ditukar oleh percetakan dan sedang disortir, dilipat dan dipacking di BLK penderita cacat Semarang. Sedangkan untuk pemusnahan surat suara yang rusak, kewenanannya ada di tangan KPU Jateng. Surat suara itu bisa dibakar atau didaur ulang.

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%