Detik.com News
Detik.com
Senin, 13/05/2013 13:30 WIB

KPK Vs PKS, Mahfud MD: Saya Yakin KPK Tak Gegabah

Rivki - detikNews
KPK Vs PKS, Mahfud MD: Saya Yakin KPK Tak Gegabah
Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta KPK tak surut mengusut kasus Luthfi Hasan. Walau dilaporkan ke polisi oleh PKS terkait penyitaan mobil, dia yakin KPK sudah sesuai prosedur hukum.

"Selama ini menurut saya KPK tidak pernah gegabah, mereka ahli hukum semua dan diback-up oleh ahli hukum juga," jelas Mahfud di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Senin (13/5/2013).

Namun Mahfud juga menilai apa yang dilakukan PKS tak salah juga dengan melapor ke Polri. Kalau merasa dirugikan dengan tindakan KPK ya dipersilakan saja.

"Menurut saya KPK terus saja maju. Kalau PKS dirugikan lapor saja ke polisi, itu normal, itu wajar," imbuhnya.

Menurut dia, apapun yang terjadi dalam proses KPK dan PKS ini, Mahfud menegaskan, upaya pemberantasan korupsi harus terus digiatkan.

"Bagi saya pemberantasan korupsi jangan dikendurkan hanya karena orang-orang tertentu yang terkena hukum oleh KPK," tutupnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%