detikcom
Senin, 13/05/2013 11:30 WIB

Hari ke-210 Jokowi

Meski Ditolak Warga, Jokowi: Pengerukan Waduk Pluit Jalan Terus foto

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Pemindahan warga pemukiman liar Waduk Pluit tersendat bermacam-macam tuntutan. Namun ini bukan halangan bagi normalisasi lahan yang sedianya penampung air. Proyek pengerukannya tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

"Yang jelas pengerukan Waduk Pluit tetap berjalan. Kita kejar-kejaran dengan waktu," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo usai membuka Kejuaran bulutangkis di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2013).

Jokowi pun berjanji akan terus melakukan komunikasi yang lebih intens dengan warga untuk mencari solusi. Meski banyak warga yang mengajukan permintaan yang berat kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Pengerukan waduknya tetap dilakukan, sambil mencarikan solusi-solusi buat mereka," kata Jokowi.

Terkait dengan permintaan warga agar Pemprov DKI mengganti tanah mereka, Jokowi pun merasa keberatan. Pasalnya tanah yang ditempati warga Waduk Pluit tersebut adalah kawasan waduk yang merupakan milik negara.

"Ganti rugi gimana? Itu tanah waduk, tanah waduk itu dulunya air. Karena ada sedimen kemudian menjadi ada tanahnya, kemudian diduduki. Itu harusnya air, bukan buat untuk rumah, jadi itu tanah negara," tegas Jokowi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(jor/lh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%