Senin, 13/05/2013 11:04 WIB

Jokowi: Warga Waduk Pluit Mintanya Macam-macam foto

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Proses pemindadahan warga pemukiman liar Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, ke rumah susun belum juga tuntas. Situasi ini karena banyak kelompok warga dengan tuntutannya masing-masing.

Demikian kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, tentang perkembangan upaya pemindahan warga yang belum berlarut-larut. Dia dicegat wartawan usai membuka kejuaraan bulutangkis di Istora, Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2013).

"Kelompok di situ banyak. Ada yang 1.200 KK, ada yang 200 KK, ada yang hanya 50 KK. Banyak sekali dan mintanya macam-macam. Ada yang minta ke utara, selatan, timur, ke atas, ke bawah, semua beda-beda," ujar Jokowi.

Meski demikian, dia berjanji akan melanjutkan dialog. Memang perlu waktu yang lama, sebab pendekatan prlu dilakukan kasus per kasus.

"Mengkomunikasikan seperti itu tidak mungkin dalam sehari-dua hari, sebulan, tiga bulan, beda-beda itu. Ini yang kita sambungkan terus. Namanya juga banyak orang diikuti, ada sekitar 7.000 KK. Itu banyak, banyak sekali. Sehingga pendekatannya harus kasus per kasus," jelas Jokowi.

Jokowi pun mengatakan, bersedia untuk memenuhi permintaan warga Waduk Pluit agar mau direlokasi ke rusun yang telah disediakan oleh Pemprov DKI. Namun tentunya permintaan tersebut ada batasannya.

"Ada yang sudah mau dipindah. Kemarin yang 1.200 sudah mau ke rusun, tapi mereka rusunnya minta ini, minta itu, enggak apa-apa. Kalau memang bisa kita penuhin," ujarnya.

"Tapi kalau minta yang terlalu aneh-aneh, minta ganti tanah, ya gimana? Kalau semua orang minta ganti tanah denga cara yang seperti itu, ya nggak bene dong. Menduduki (tanah pemerintah -red) kemudian minta ganti tanah, gimana itu? Ini yang tidak bisa diterima," tegas Jokowi.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(jor/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%