Detik.com News
Detik.com
Senin, 13/05/2013 10:51 WIB

Kelompok Teroris Abu Roban

Rp 1,8 Miliar Hasil Merampok Bank untuk Biayai Operasional Camp di Poso

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kelompok Teroris pimpinan Abu Roban yang tewas dalam baku tembak di Batang, Jawa Tengah, diketahui melakukan perampokan di sejumlah bank di Sumatera dan Jawa. Uang hasil rampokan ditaksir berjumlah sekitar Rp 1,8 miliar. Apakah dana sebesar itu hanya untuk merakit bom?

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen (Purn) Ansyaad Mbai dana sebesar itu bukan cuma untuk merakit bom. Namun untuk membeli senjata api dan pengadaan logistik camp pelatihan kelompok teroris di Poso.

"Untuk beli senjata, merakit bom dan logistik camp," kata Ansyaad saat berbincang dengan detikcom, Senin (13/5/2013).

Kelompok teror memiliki alasan tersendiri memilih wilayah Poso sebagai basis kegiatan. Letaknya relatif berdekatan dengan Mindanao, Filipina Selatan, dan dikenal dengan perakitan home industry senjata api yang cukup rapih, memungkinkan senjata api masuk ke wilayah tersebut dan digunakan sebagai logistik kelompok teror yang dipimpin oleh Amir Majelis Mujahidin Indonesia Barat.

Densus 88/Antiteror dan BNPT sendiri masih melacak uang-uang hasil rampokan tersebut apakah sudah mengalir ke Poso atau masih berputar di Pulau Jawa.

"Masih dilacak, sebagian digunakan untuk kehidupan sehari-hari mereka," kata Ansyaad.

Sebelumnya, Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan sementara kelompok teror, kelompok ini pernah mencoba membakar Pasar Glodok, Jakarta. Tapi untungnya berhasil digagalkan masyarakat.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%