detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 15:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 13/05/2013 10:51 WIB

Kelompok Teroris Abu Roban

Rp 1,8 Miliar Hasil Merampok Bank untuk Biayai Operasional Camp di Poso

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kelompok Teroris pimpinan Abu Roban yang tewas dalam baku tembak di Batang, Jawa Tengah, diketahui melakukan perampokan di sejumlah bank di Sumatera dan Jawa. Uang hasil rampokan ditaksir berjumlah sekitar Rp 1,8 miliar. Apakah dana sebesar itu hanya untuk merakit bom?

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen (Purn) Ansyaad Mbai dana sebesar itu bukan cuma untuk merakit bom. Namun untuk membeli senjata api dan pengadaan logistik camp pelatihan kelompok teroris di Poso.

"Untuk beli senjata, merakit bom dan logistik camp," kata Ansyaad saat berbincang dengan detikcom, Senin (13/5/2013).

Kelompok teror memiliki alasan tersendiri memilih wilayah Poso sebagai basis kegiatan. Letaknya relatif berdekatan dengan Mindanao, Filipina Selatan, dan dikenal dengan perakitan home industry senjata api yang cukup rapih, memungkinkan senjata api masuk ke wilayah tersebut dan digunakan sebagai logistik kelompok teror yang dipimpin oleh Amir Majelis Mujahidin Indonesia Barat.

Densus 88/Antiteror dan BNPT sendiri masih melacak uang-uang hasil rampokan tersebut apakah sudah mengalir ke Poso atau masih berputar di Pulau Jawa.

"Masih dilacak, sebagian digunakan untuk kehidupan sehari-hari mereka," kata Ansyaad.

Sebelumnya, Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan sementara kelompok teror, kelompok ini pernah mencoba membakar Pasar Glodok, Jakarta. Tapi untungnya berhasil digagalkan masyarakat.
‎​
"Dari yang pernah mereka lakukan tapi gagal, adalah sempat mencoba melakukan pembakaran Pasar Glodok yang infonya digagalkan masyarakat," ungkap Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Gedung Mabes, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (10/5/2013).Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ahy/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%