detikcom

Senin, 13/05/2013 10:26 WIB

Hari ke-210 Jokowi

Jokowi Resmikan Kejuaraan Badminton di Istora Senayan

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan kejuaraan nasional badminton 'Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII Tahun 2013' di gedung Istora Senayan, Jakarta. Peresmian dilakukan secara simbolik oleh Jokowi dengan menservis bola kok.

Jokowi tiba di gedung Istora Senayan sekitar pukul 08.30 WIB, Senin (13/5/2013). Jokowi yang tampak mengenakan kemeja putih tersebut didaulat untuk meresmikan acara dengan menservis bola kok sebanyak 5 kali ke arah penonton dan peserta.

Suasana ruang gedung Badminton pun menjadi ramai. Bahkan beberapa penonton berebutan untuk mendapatkan kok servis dari sang gubernur.

Terkait dengan acara kejuaraan Badminton sendiri, Jokowi menyambut antusias. Bahkan dia berharap untuk tahun depan jumlah hadiahnya bisa ditingkatkan hingga miliaran rupiah. Apalagi acara ini juga diikuti beberapa negara lain.

"Tiga minggu yang lalu saya sudah sampaikan ke pengurus. Memang yang menarik ini hadiahnya. Karena ini hadiahnya hingga ratusan juta. Tahun depan akan kita naikkan jadi Rp 3 miliar, sehingga jadi menarik. Sehingga tidak hanya nasional, ke negara-negara lain juga akan kita promosikan sehingga peminatnya akan naik," ujar Jokowi.

Sebanyak 1.060 peserta mengikuti 'Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII Tahun 2013'. Mereka berasal dari 19 provinsi dan 5 negara asing, seperti Guatemala, Filipina, Jepang, Malaysia, dan India.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(jor/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%