detikcom
Minggu, 12/05/2013 13:49 WIB

Kapal Berpenumpang 100 Imigran Gelap Ditangkap di Bali

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Petugas patroli Polair Polda Bali mengamankan kapal ikan yang di dalamnya berisi sekitar 100 imigran asal Timur Tengah yang diduga hendak mencari suaka ke Australia. Kapal ini kemudian digiring ke Pelabuhan Benoa Denpasar untuk dilakukan penyelidikan.

Kapal tanpa nama ini diamankan di peraran selat Bali saat melaju dengan jalur kemudi yang tidak sesuai dengan haluan, Minggu (12/5/2013) pukul 05.00 WITA. Petugas patroli perairan yang curiga mendekati kapal dan mendapati 100-an warga asing yang berasal dari kawasan Timur Tengah.

"Saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan identitas dan dokumen kapal, termasuk soal dokumen penumpang kapal," kata
Kabid Humas Polda Bali Kombes Hariadi, kepada wartawan, Minggu (12/5/2013).

Sementara ini, para imigran masih belum banyak memberikan keterangan kepada petugas. Untuk itulah, dengan menggandeng pihak imigrasi, polisi masih melakukan pendataan dan penggalian informasi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para imigran akan berangkat menuju Australia. Terlihat dari rute perjalanan mereka yang melalui jalur NTT. Jalur ini adalah jalur terdekat menuju Australia.

Petugas sudah mengamankan 2 ABK yang mengangkut para imigran. Keduanya berasal dari Alor, NTT. "Para imigran kita data dulu dan kita koordinasikan dengan pihak imigrasi," jelas Hariadi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gds/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%