detikcom
Minggu, 12/05/2013 13:35 WIB

Satu Keluarga Tewas Dibunuh di Deli Serdang Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Medan - Satu keluarga berjumlah 3 orang menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (12/5/2013). Perampokan diduga menjadi motif kasus ini.

Kasus pembunuhan ini terjadi di Desa Suka Mulia Hilir, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang. Para korban tersebut masing-masing, Patar Ginting (50), istrinya Handayani (45) dan anak perempuan mereka yang masih berusia 7 tahun, Siti Aisyah Ginting.

Para korban ini tewas akibat sabetan benda tajam. Mayat Patar ditemukan di kursi di depan rumah, sementara mayat Handayani ditemukan di kamar mandi dan Aisyah tewas di atas tempat tidur di kamar.

Kapolres Deli Serdang AKBP Dicky Patrianegara menyatakan, berdasarkan penyelidikan awal, pembunuhan ini diduga terjadi pada Minggu dinihari, sekitar pukul 04.00 WIB. Diduga pelaku mematikan listrik sehingga memancing korban untuk keluar, dan seterusnya dibunuh.

"Kemungkinan pelaku lebih dari satu orang, ini masih penyelidikan. Ada tiga saksi yang sudah kita mintai keterangan," kata Dicky di lokasi kejadian.

Dicky menyatakan, dugaan sementara kasus merupakan perampokan. Pelaku mengambil kotak infak yang diduga berisi sekitar Rp 5 juta, yang disimpan di rumah korban. Kotak infak itu merupakan tempat donasi yang diberikan tamu untuk jasa Patar yang merupakan tukang kusuk dan ‘orang pintar’. Kotak infak yang sudah kosong itu ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian. Sejumlah perhiasan juga diduga diambil pelaku, sebab kondisi lemari yang acak-acakan.

Untuk kepentingan penyelidikan kasus ini, polisi mengerahkan anjing pelacak dan tim Inafis. Sementara mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan untuk diotopsi.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%