Minggu, 12/05/2013 11:48 WIB

Tambang meledak tewaskan 27 orang

BBCIndonesia.com - detikNews
penyelamatan tambang Cina

Tahun lalu ada 1300 pekerja tambang yang tewas di Cina akibat kecelakaan kerja.

Ledakan yang terjadi di sebuah tambang batubara di barat daya Provinsi Sichuan, Cina telah mengakibatkan setidaknya 27 orang tewas.

Kantor Berita Cina, Xinhua mengatakan ledakan itu persisnya terjadi di tambang Taozigou, kota Luzhou.

Seorang pejabat pemerintah setempat mengatakan ledakan terjadi pada hari Sabtu sore (11/05) saat lebih dari 100 penambang tengah bekerja di areal pertambangan bawah tanah.

Dalam peristiwa itu petugas penyelamat berhasil mengeluarkan 81 orang pekerja tambang, 16 diantaranya mengalami luka-luka.

Peristiwa ledakan di tambang batubara yang terjadi hari Sabtu kemarin merupakan peristiwa ledakan yang kedua di Cina dalam 24 jam terakhir.

Standar keamanan

Sebelumnya pada hari Jumat (10/05) peristiwa serupa juga terjadi di tambang batubara bernama Dashan yang berada di Provinsi Guizhou.

Ledakan yang terjadi di lokasi itu telah mengakibatkan 12 orang tewas.

Tambang batubara di Cina memang terkenal berbahaya meskipun pemerintah setempat berupaya untuk meningkatkan standar keamanan dalam operasi tambang seperti ini.

Laporan pada bulan April lalu juga menyebutkan ledakan fatal di tambang batubara pernah terjadi di Provinisi Jilin dan menewaskan 18 penambang.

Sementara itu data yang dikeluarkan pada tahun 2012 lalu menyebutkan ada 1300 orang yang tewas akibat kecelakaan tambang di Cina.

Tidak patuhnya perusahaan dalam mengikuti standar keamanan yang memadai kerap dituding sebagai penyebab terjadinya kecelakaan yang menyebabkan puluhan pekerja tewas atau luka.

(bbc/bbc)

ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%