detikcom
Sabtu, 11/05/2013 17:21 WIB

Polresta Pekanbaru: Klewang Cs Mengaku Anggota Geng Motor XTC

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Ketua Dewan Pembina XTC Sexy Road Indonesia, Ivan Rivky membantah kalau Klewang Cs anggota XTC. Tapi, menurut Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar dalam pemeriksaan pada anak buah Klewang, mereka mengaku dari XTC.

"Mereka mengaku sebagai anggota geng motor XTC. Dan Klewang ini kelompok XTC yang dulunya di Bandung. Lantas dia buka geng lagi di Pekanbaru," jelas Adang kepada detikcom, Sabtu (11/5/2013).

Klewang membentuk organisasinya bak kerajaan. Dia sebagai raja dan memiliki 5 panglima. Para panglima itu membawahi puluhan anggota.

Beberapa waktu lalu, Klewang dan anggotanya melakukan tindakan kriminal keji. Seorang ABG dia diperkosa secara bergiliran dengan 5 panglimanya.

ABG itu diperkosa dihadapan kekasihnya dan ratusan anggota geng motor. Klewang sudah ditahan polisi, dia menghadapi pidana pemerkosaan serta berbagai pidana mulai dari pencurian hingga perampasan.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%