detikcom

Sabtu, 11/05/2013 15:48 WIB

Klewang Juga Paksa Anggota Geng Motor Cewek Tidur dengannya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Luar biasa perangai raja geng motor Pekanbaru, Klewang (57). Setiap anggota geng cewek, diwajibkan melakukan hubungan intim dengannya.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (11/5/2013) di Pekanbaru. Kapolres menyebut, Klewang sebagai Raja Geng Motor di Pekanbaru ini membawahi sejumlah kelompok geng motor lainnya dengan berbagai nama.

Anehnya, setiap cewek yang akan bergabung harus bersedia melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan Klewang.

"Cewek-cewek yang mau gabung ke geng motor itu memang sudah putus sekolah dan cewek berandalan. Makanya mereka tidak keberatan kalau diajak hubungan intim dengan Klewang," kata Adang Ginanjar.

Namun menurut Adang, ketika infomasi itu ditanyakan kepada Klewang yang kini tersangka kasus perkosaan itu, enggan menjawab.

"Jadi Klewang ini menutup rapat soal info pelayanan nafsu kepada geng motor cewek. Informasi ini kita kumpulkan dari sejumlah geng motor yang sudah kita amankan," jelas Adang.

Masih menurut Adang, kelompok geng motor cewek ini memilki nama tersendiri. Masing-masing kelompok punya istilah masing-masing namun tetap dibawa binaan Klewang.

"Banyak nama kelompok geng motornya, yang perempuan juga punya geng sendiri. Namun apapun geng mereka, masih satu aliran sebagai geng motor brutal," kata Adang.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
68%
Kontra
32%