Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 11/05/2013 15:10 WIB

Hari ke-208 Jokowi

Ahok Bangun 5 Pasar Rakyat Harian

Sukma Indah Permana - detikNews
 Ahok Bangun 5 Pasar Rakyat Harian
Jakarta - Lima pasar rakyat sudah dibangun di Jakarta. Bagi pedagang yang ingin membuka usaha cuma dikenai bayaran Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per hari.

"Kita akan ciptakan pasar rakyat yang bisa dibayar harian. Pasar rakyat, kami sudah bangun lima. PD Pasar Jaya yang di beberapa lokasi akan kami jadikan pasar modern. Itu hariannya murah saja, Rp 10 ribu-15 ribu," kata Ahok di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Sabtu (11/5/2013).

Di mana lokasi 5 pasar itu, Pak? "Pokoknya, ada lima," jawab Ahok yang sepertinya lupa lokasi kelima pasar itu.

Menurut Ahok, pasar rakyat diperuntukkan bagi warga yang ingin memiliki tempat usaha.

"Kamu tanya pedagang teh botol di Senayan berapa dia bayar, Rp 50 ribu per hari. Coba kamu tanya di mal ini berapa dia bayar, paling Rp 150 ribu per meter per segi per bulan. Tapi PKL yang jualan itu, bayarnya Rp 300 ribu per meter persegi. Jadi kenapa nggak di mal karena sewanya harus bayar di muka. Harus bayar 20 tahun di muka, rakyat tidak punya uang itu," papar Ahok.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%