detikcom
Sabtu, 11/05/2013 12:37 WIB

Aksi Klewang di Pekanbaru, Mulai dari Pemerkosaan Hingga Perampokan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Biasanya pentolan geng motor hanya mendapat julukan ketua. Namun kini terjadi pergeseran dengan sebutan Raja. Sang Raja itu adalah Klewang (57).

Mardijo alias Klewang adalah berdarah Jawa asal Brebes yang kini menjadi Raja geng motor di Pekanbaru. Dia mulai menguasai kelompok geng motor brutal sejak tahun 2011.

Julukan raja, mulai dikenali dilingkungan geng motor sejak Klewang masuk Pekanbaru. Sebelumnya, Klewang dikenal sebagai ketua geng motor XTC di Bandung.

"Klewang masuk Pekanbaru membentuk kelompok baru lagi. Dia merekrut residivis untuk dia jadikan panglima. Jadi memang ada struktur tersendiri di kelompok ini," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar, kepada detikcom, Sabtu (11/5/2013) di Pekanbaru.

Klewang mengangkat seorang Panglima Geng Motor berdasarkan catatan kriminal. Siapa preman yang keluar dari penjara, akan dia rapatkan untuk ditunjuk sebagai panglima. Dari sinilah, diduga, Klewang memiliki 5 panglima geng motor. Setiap panglima minimal memiliki 40-an anggota geng motor yang menyebar di penjuru kota Pekanbaru.

"Panglimanya rata-rata seorang resedivis. Kelompok geng motor ini, kerjaannya selalu menjambret, merampas sepeda motor dan membongkar ruko," kata Adang.

Pun demikian, tidak tertutup kemungkinan, binaan Klewang ini juga ikut dalam jaringan membongkar ATM, merampok, atau kelompok memecahkan mobil.

"Nah, ini masih kita selidiki. Beberapa pelaku perampokan, kelompok pemecah mobil sudah kita tangkap. Kita akan merunut satu persatu, apakah semua ini ada keterkaitan juga dalam aksi kriminal," kata Adang.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%