detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 11/05/2013 12:17 WIB

Menguak Jejak Klewang Pemerkosa ABG, Raja Geng Motor di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Perbuatannya sungguh biadab. Memperkosa korbannya dihadapan anggota geng motornya. Itulah Klewang (57). Lantas siapakah gaek tua itu?

Mardijo (57) itulah nama sebenarnya. Tapi dia di Pekanbaru dikenal dengan julukan Klewang. Nama Klewang ini dalam bahasa Jawa disebutkan Parang, atau golok yang yang ujungnya melengkung separti arit. Hanya saja Klewang merupakan senjata tajam yang lebih besar dari clurit.

Sebutan Klewang ini, karena Mardijo selalu membawa senjata tajamnya kemana-mana. Keberaniannya membawa senjata tajam ini, lantas munculnya julukan Klewang. Namun sebenarnya, julukan ini sudah lama disandangnya, jauh sebelum Klewang merambah ke Pekanbaru.

"Klewang ini masuk ke Pekanbaru sekitar tahun 2011 silam. Sebelumnya Klewang merupakan ketua geng motor di Bandung," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar kepada detikcom, Sabtu (11/5/2013).

Klewang ini merupakan kelahiran Brebes. Lantas merantau ke Bandung dengan menjadi preman. Di sana, Klewang membentuk geng motor yang dikenal dengan kelompok XTC. Dari Bandunglah, Klewang hijrah ke Pekanbaru, untuk membentuk geng motor yang sama.

"Klewang membentuk geng XTC di Pekanbaru, dan memiliki jaringan geng motor dengan nama-nama yang berbeda. Namun Klewang tetap menjadi inisiator tindak kriminal yang dilakukan kelompoknya," kata Adang.

Tempat tinggal Klewang di Pekanbaru selalu berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Catatan polisi, ada tiga rumah kontrakan yang selama ini ditempati Klewang. Dua rumah kontrakan di seputar Kulim Kecamatan Tenayan Raya, dan satu rumah kontrakan di Kecamatan Tampan.

"Tim sudah meninjau rumah-rumahnya. Namun disana tidak ada keluarganya. Dia selalu berpindah-pindah tempat. Kita menduga istrinya tidak ada di Pekanbaru," tetap Adang.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(cha/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close