detikcom

Sabtu, 11/05/2013 00:53 WIB

Usai Diperkosa Pacar, Sepriani Dibunuh dan Dibuang ke Sungai

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pekanbaru - Nasib malang menimpa Sepriani (22). Dia diperkosa, lalu dibunuh oleh pacarnya. Tidak hanya itu sang pacar juga membuang jasadnya ke sungai.

Demikian disampaikan, Kaposek Rengat Barat, Kab Indragiri Hulu (Inhu), Riau Kompol Hefrizon kepada wartawan, Jumat (10/5/2013). Menurutnya, kasus ini bisa terbongkar setelah sang cowok Jumaiadi (26) diinterograsi pihak kepolisian.

Tersangka mengaku telah membunuh pacarnya sendiri yang masih status mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Rengat, Ibukota Inhu.

"Tadi siang akhirnya Jumaidi mengakui perbuatannya. Dia melakukan itu hanya karena korban menolak untuk diajak berhubungan intim," kata Hefrizon.

Dia menjelaskan, kasus pembunuhan ini terjadi pada Rabu (8/5/2013) sore hari. Saat itu tersangka, mengajak korban untuk keluar dari rumah. Lantas mereka berpacaran di lokasi kebun coklat.

Kepada petugas, tersangka menyebutkan, saat itu mengajak sang pacar untuk melakukan intim. Namun Sepriani menolaknya. Saat itulah, tersangka emosi lantas mencekik leher kekasihnya. Setelah dipastikan sekarat, lantas tersangka memperkosannya.

"Setelah diperkosanya, tersangka kembali memakaikan baju korban. Setelah korbannya tewas akibat dicekik, lantas jasadnya dibuang ke sungai Indragiri," jelas Hefrizon.Next

Halaman 1 2

Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
75%
Kontra
25%