Detik.com News
Detik.com
Jumat, 10/05/2013 23:43 WIB

Razia Geng Motor di Pekanbaru, 5 Cewek ABG Diamankan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Polresta Pekanbaru menggelar razia geng motor. Sekitar 50-an geng motor berhasil diamankan. Ada 5 wanita anggota geng motor turut diamankan.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Jumat (10/5/2013) di Pekanbaru. Menurutnya, sebelumnya timnya berhasil meringkus petinggi geng motor Klewang (57).

Dari tertangkapnya pentolan geng motor itu, tersangka diminta untuk menunjukan titik-titik kumpul gengnya. Dari sana polisi menciduk satu persatu kelompok geng motor brutal.

"Mereka sekarang masih kita lakukan pemeriksaan. Geng motor wanita ini juga bagian dari yang lainnya," kata Adang.

Kelompok geng motor dibawah pimpinan Klewang jumlahnya lebih dari 200 orang. Mereka dalam melakukan aksi kriminal, mejambret,merampas sepeda motor, membongkar ruko, hasilnya wajib setor kepada Klewang.

"Jadi Klewang ini pentolan dalam setiap aksi kejahatan yang dilakukan genk motor," kata Adang.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%